Lawu Park dan Mojosemi Forest Park

Lawu Park dan Mojosemi Forest Park

Lawupark-Tawangmangu – Lawu Park dan Mojosemi Forest Park

miroopaper.com – Halo-halo…dalam episode Lawu Park dan Mojosemi Forest Park ini saya akan bercerita tentang pengalaman kami sekeluarga mengunjungi daerah Tawangmangu di Solo yang berbatasan dengan Kota Magetan Jawa Timur.

Senangnya hari ini akhirnya kami sekeluarga bisa mempunyai waktu untuk jalan-jalan ke luar kota.

Karena dengan berbagai kesibukan dari pekerjaan yang tidak habis-habisnya (Alhamdulillah). Sehingga perlu untuk menyisihkan waktu bersama keluarga.

(Hmm.. gayanya, padahal memang perlu waktu untuk menabung buat piknik, hehe)

Dan akhirnya Liburan Keluarga Kecil Kami dapat terlaksana juga di Lawu Park dan Mojosemi Forest Park

Cuaca yang cerah membuat kami sekeluarga makin bersemangat untuk segera berangkat ke tempat wisata tujuan kami yaitu di daerah Tawangmangu.

Setelah melakukan persiapan yang agak ribet dan lama (yang paling bikin lama anak kami  yang paling kecil) akhirnya jam 07.30 kami berangkat.

Akhirnya berangkat juga

Hari pertama

Dari Semarang ke arah Solo, saya sang sopir aka Bapak mengambil rute melewati tol Semarang-Solo.

Dimulai masuk lewat gerbang tol Jatingaleh, perjalanan tidak terasa membosankan.

Karena disepanjang perjalanan di suguhi pemandangan pegunungan yang indah.

Dengan ditemani lagu-lagu dari Ost film Trolls (film favorit anak-anak kami) tak terasa sudah sekitar 1 Jam perjalanan kami lalui.

Dan akhirnya kami keluar lewat exit tol Ngemplak Solo.

Perjalanan dilanjutkan ke arah Tawangmangu, jam menunjukkan angka 08.35 dan dipagi itu jalan di Kota Solo masih lenggang dan lancar.

Setelah satu jam lebih empat puluh lima menit, sampailah kami di daerah Tawangmangu. Trip keluarga kami di The Lawupark dan Mojosemi Park pun dimulai. 

Kabut

Kabut tebal – Lawu Park dan Mojosemi Forest Park

Ternyata baru jam 10.00 kabut sudah mulai turun, jarak pandang hanya sekitar 2 meter saja dan parahnya lagi kami salah masuk jalan.

Yang seharusnya memutar sedikit lalu belok kanan mengikuti jalan raya, tetapi kami malah lurus melewati jalan kampung.

Mobil kami berjalan dengan lambat dan harus berkendara dengan hati-hati karena kabut yang semakin tebal dan banyaknya kendaraan dari arah berlawanan, dan ditambah dengan lokasi jalan yang berdekatan dengan jurang yang berada di sisi kanan jalan.

Setelah sekitar 15 Menit berkendara akhirnya kabut mulai hilang dan sampailah kami di lokasi The Lawu Park.

Ayo kita makan

Waktu menunjukkan pukul 11.30 dan perut terasa keroncongan, lalu kami mampir dulu direstoran di daerah Lawupark.

Dan seperti biasa anak-anak selalu memesan menu favorit andalannya yaitu nasi goreng dan saya memesan sop daging dan ca ayam, untuk dessertnya (wuih bahasanya) ternyata banyak macamnya.

Tetapi kami memilih ketela goreng sebagai pelengkap, dan tak lupa minuman andalan diwaktu udara yang dingin yaitu wedang jahe dan kopi.

Setelah makan kami hanya mencoba berjalan-jalan sebentar disekitar restoran, karena cuaca yang tidak mendukung.

( Kabut tebal dan agak gerimis) akhirnya kami tidak melanjutkan acara jalan-jalan di Lawupark.

 

Jalan-jalan saat gerimis dan berkabut di Lawu Park – Lawupark dan Mojosemi Park

 

Mojosemi Park 

Karena setelah makan siang ada sedikit waktu sebelum menuju sore hari, kami memutuskan untuk melanjutkan acara jalan-jalan hari itu menuju Mojosemi Park.

Lokasi Mojosemi Park berada di sebelah barat Telaga Sarangan, Magetan, Jawa Timur. Kalau dari Tawangmangu menuju Magetan memang tidak terlalu jauh, hanya membutuhkan waktu perjalanan sekitar empat puluh menit saja.

Perjalanan menuju Mojosemi Park cuacanya semakin berkabut, gaess. Sudah sedikit pesimis kalo tujuan kedua di hari pertama kami berada di Tawangmangu juga berakhir mengecewakan karena terkendala cuaca.

Tapi, Alhamdulillah, mungkin karena rejekinya anak sholeh, begitu sampai Mojosemi Park sekitar jam 2 siang (tentunya dengan bantuan GPS), cuaca berubah menjadi cerah bersahabat.

Saya dan keluarga lega akhirnya bisa juga menikmati suasana sekitar Mojosemi Park yang pemandangannya luar biasa. Di pelataran parkir saja kita sudah disuguhi pemandangan pepohonan yang menjulang tinggi dan suasana yang sejuk karena letaknya berdekatan dengan Gunung Lawu.

Setelah membayar tiket masuk sebanyak 95 ribu rupiah untuk tiga orang ( si bungsu yang usianya 3 tahun masih free), kami sudah mendapat fasilitas menonton pertunjukan dinosaurus. Ini nih yang bikin kami antusias.

Bagi penggemar binatang purba, pasti suka berkunjung ke Mojosemi Park. Karena selain disediakan fasilitas kegiatan outbound yang variatif, juga bisa menyaksikan pertunjukan teatrikal yang menceritakan tentang kehidupan di jaman purba.

Tetapi sebelum pertunjukan dimulai, kami menghabiskan waktu untuk berjalan-jalan di sekitar taman dinosaurus. Wah di dalam taman ini banyak replika dinosaurus yang nyaris seperti aslinya.

Dengan diberi efek suara dan gerakan motorik yang persis binatang dinosaurus asli seperti yang ada di film Jurassic Park, anak bungsu saya awalnya ketakutan. Tapi setelah kita beri penjelasan, akhirnya si bungsu ga takut lagi. Horee…

Di taman dinosaurus ini, kami juga berpapasan dengan pengunjung lainnya yang mencoba fasilitas jeep adventure tour yang disediakan Mojosemi Park. Kalo mau naik jeep yang berkapasitas 4 orang ini, cukup bayar 150 ribu rupiah sudah bisa keliling Mojosemi Park tanpa harus cape-cape jalan kaki.

Setelah puas mengelilingi Taman dinosaurus yang berisi berbagai macam replika binatang purba, kami pun menuju area panggung untuk menanti pertunjukan teatrikal dinosaurus mulai.

Banyak juga pengunjung lainnya yang juga menanti pertunjukan dimulai, yang paling antusias anak-anak ya karena memang anak-anak paling suka sama yang namanya dinosaurus.

Pertunjukan dimulai pukul setengah tiga sore. Seru banget deh pokoknya, ada tarian yang menceritakan pertarungan antara manusia purba dengan binatang buas dan juga dinosaurus.

Seusai pertunjukan yang berlangsung selama kurang lebih satu jam, pengunjung diperbolehkan untuk foto bareng sama manusia purba dan dinosaurus jadi-jadian.

Suasana di Mojosemi Park – Lawu Park dan Mojosemi Forest Park

 

Di Mojosemi Park banyak banget fasilitas yang bisa dinikmati. Selain camping ground, penginapan,  dan berbagai macam restoran yang menyajikan kuliner istimewa, tersedia juga berbagai wahana & permainan menarik yang bisa diikuti.

Mulai dari ATV, area Soft Gun, high rope, horse riding, dan masih banyak lagi. Sayangnya, kami berempat sudah cukup kelelahan karena waktu sudah cukup sore dan kami pun memutuskan untuk mengakhiri perjalanan wisata kami di Mojosemi Park.

Hotel

Setelah puas menjelajahi Mojosemi Park kami langsung menuju ke hotel untuk check in.

Karena saat itu hari sabtu biasanya hotel-hotel di daerah Tawangmangu selalu penuh, lewat salah satu aplikasi pemesanan hotel, kami bisa mendapatkan hotel yang bagus dengan harga terjangkau.

Jam 14.00 kami tiba di hotel dan kami mendapatkan kamar yang paling ujung dengan pemandangan gunung yang indah.

Suasana yang tenang, damai dan dengan hawa yang sejuk seolah-olah menyambut kedatangan kami dan kamipun beristirahat dengan nyaman di kamar hotel.

Hotel yang kami pilih, sangat cocok untuk keluarga. Terdapat fasilitas playground yang bisa dipakai bermain untuk anak-anak. Selain itu, pengunjung juga dapat menikmati fasilitas WIFI di area lobby.

Hotel – Lawu Park dan Mojosemi Forest Park 

 

Makan malam

Menikmati suasana malam di Tawangmangu, tentunya tidak bisa lepas dari pengalaman kulinernya. Nah, di sepanjang jalan Tawangmangu, khususnya dekat Pasar Tawangmangu, banyak berjejer penjual kaki lima.

Salah satu makanan khas yang dijual di kaki lima sepanjang Tawangmangu adalah molen mini. Molen dibuat dari adonan tepung terigu yang digiling, diisi dengan pisang dan dilipat lalu digoreng. Bentuknya mungil bisa langsung habis dalam sekali lahap. Rasanya manis dan gurih.

Harganya pun cukup terjangkau. Sekitar 10.000 – 15.000 saja. Yang paling ramai adalah penjual molen mini yang ada di sekitar pintu masuk Pasar Tawangmangu.

Puas dengan makanan pembuka, kami pun menikmati makanan utama karena perut masih terasa lapar. Karena waktu sudah menunjukkan pukul 20.00, kami pun segera memesan makan malam di salah satu kedai makan namun sayang, karena saking laparnya, kami sampai tidak mengingat nama kedainya apa.

Di kedai makan tersebut, menjual berbagai macam sate. Mulai dari sate ayam, sate kambing, sate kelinci, hingga sate landak. Harganya pun cukup terjangkau. Kami memutuskan untuk memesan sate kambing dengan harga 17.000 per porsi.

Selain berbagai macam sate, kedai makan yang ramai pengunjung tersebut, juga menyediakan aneka macam masakan dan minuman mulai dari nasi goreng, bakmi jowo, ayam goreng, aneka minuman hangat yang sangat cocok dinikmati di daerah Tawangmangu yang udaranya cukup dingin.

Puas menikmati kuliner malam di Tawangmangu, kami sekeluarga pun segera kembali ke hotel untuk beristirahat.

Hari ke dua

Mengobati kekecewaan kami, karena di hari pertama gagal menjelajah The Lawupark, pada hari kedua di Tawangmangu ini kami berencana kembali mengunjungi The Lawupark.

Setelah mandi dan sarapan kami langsung Check out dari hotel sekitar pukul 09.00 dan langsung menuju The Lawupark.

Sebenarnya, lokasi The Lawupark ada dua, untuk lokasi The Lawupark yang kami kunjungi di hari pertama, merupakan area Penginapan, Resto, dan terdapat beberapa spot foto, tidak ada tiket masuk untuk The Lawupark lokasi pertama.

Sedangkan lokasi The Lawupark yang kedua yang akan kami kunjungi, yang bersebarangan dengan lokasi The Lawupark yang pertama, dikenakan biaya masuk sebesar 15.000 per orang ( untuk anak bungsu kami yang usianya 3 tahun belum dikenakan biaya alias gratis ).

Di The Lawupark lokasi kedua, banyak sekali wahana permainan, edukasi dan spot foto. Terdapat wahana edukasi Rumah Kelinci. Dalam wahana tersebut, pengunjung bisa memberi makan kelinci-kelinci yang berlarian di dalam kandang yang luas.

Jika ingin memberi makan kelinci, bisa membeli wortel untuk pakan kelinci langsung di lokasi seharga 5000 per ikat. Anak bungsu kami suka sekali memberi makan kelinci-kelinci dan senang bisa berfoto bersama kelinci-kelinci yang lucu.

Puas bermain dengan kelinci, kami mengajak anak kami untuk menikmati Hujan Salju. Salah satu wahana baru di The Lawupark ini, memberikan sensasi hujan salju seperti di negeri bermusim salju.

Salju di The Lawupark – Lawu Park dan Mojosemi Forest Park

Terdapat rumah iglo, patung salju, pohon yang diberi efek salju, serta yang paling utama adalah hujan salju. Pengunjung pun bisa menyewa mantel dan topi tebal seharga 10000 per paket untuk pelengkap foto di wahana Hujan Salju. Berasa di negara bermusim salju beneran.

Selain itu, terdapat pula wahana flying fox, ATV, Motor Trail, dan yang paling disuka anak kami  adalah Rumah Domba. Domba-domba yang ada di The Lawupark adalah jenis domba australia yang berbulu tebal.

Di Rumah Domba, bisa juga memberi makan domba hanya dengan membeli makanan domba berupa wortel muda seharga 5000 per ikat. Anak kami sangat antusias memberi makan domba. Rupanya domba-domba tersebut juga antusias diberi makan loh. Mungkin mereka sedang lapar-laparnya.

Sayangnya, di The Lawupark, ada yang menjual Bunga Edelweis dengan harga yang sangat murah. Padahal, edelweis adalah salah satu bunga yang dilindungi karena keberadaannya yang semakin langka. Mari kita ikut menjaga dan lestarikan alam mulai dari hal yang sederhana ya, yaitu jangan ikut membeli bunga edelweis yang dijual bebas.

Setelah memberi makan domba, kami mengakhiri perjalanan kami di The Lawupark dengan menjajal berbagai spot foto. Semua spot foto di The Lawupark sangat variatif dan menarik untuk disimpan sebagai kenang-kenangan.

Puas menjelajahi The Lawupark, kami pun memanfaatkan sisa waktu yang panjang dengan berjalan-jalan menikmati suasana di sepanjang jalan Tawangmangu karena cuaca sedang sangat cerah.

Banyak pemandangan perbukitan dan hutan yang cantik memanjakan mata kami begitu kami sampai di Bukit Cemoro Kandang. Selain terdapat banyak kedai yang menjual makanan & minuman, juga banyak penjual buah strawberry yang bertebaran di tepi jalan.

Pemandangan di Tawangmangu – Lawu Park dan Mojosemi Forest Park

Kami membeli buah strawberry untuk oleh-oleh keluarga dirumah. Harganya pun terjangkau hanya 20.000 per keranjang sudah bisa bawa pulang buah strawberry.

Biasanya buah strawberry yang kita beli di supermarket rasanya asam dan hanya bisa dinikmati dengan gula atau madu, tapi beda dengan buah strawberry Tawangmangu, rasanya manis dan segar. Anak-anak kami suka sekali makan buah strawberry tersebut dan kalau tidak diumpetin bisa-bisa sekeranjang habis dalam sekejap.

Tak terasa hari sudah beranjak dari siang menjelang sore, saatnya pulang ke rumah dan menjalankan aktifitas rutin lagi seperti biasanya.

Setidaknya perjalanan kali ini bisa menjadi pelepas penat dan penambah semangat dalam menghadapi kehidupan yang keras..hehe.

Inilah pengalaman kami saat berwisata di Lawu Park dan Mojosemi Forest Park .

Semoga bisa memberikan informasi bagi anda yang ingin berwisata di Lawu Park dan Mojosemi Forest Park .

Terimakasih, sampai bertemu lagi di perjalanan kami selanjutnya.

Leave a Reply